Wednesday, 4 May 2016
Jika Anda sebagai pemilik sepeda motor malas melakukan service dan perawatan pada sepeda motor Anda, maka jangan salahkan nasib apabila suatu saat nanti akan mengalami kerusakan yang sangat signifikan bahkan menyebabkan sampai turun mesin.
Namun apabila semua itu sudah terlanjur terjadi, ya apa boleh buat? Tapi setidaknya Anda sebagai pemilik motor bisa paham dan mengerti mengapa motor Anda bisa sampai turun mesin.
Apabila bengkel menawarkan motor Anda agar diservice besar alias turun mesin, Anda sebagai pemilik motor harus sigap mengapa bisa sampai turun mesin? Hal ini untuk mencegah penipuan yang dapat menyebabkan Anda keluar duit terlalu besar.
turun mesin akan dilakukan kalau ada masalah, misalnya apabila tenaga motor turun atau mendadak asap ngebul waktu motor dijalankan. Hal tersebut bisa saja menyebabkan akan menyebabkan motor Anda harus turun mesin.
Berarti bongkar mesin dilakukan jika melihat ada gejala enggak normal di motor. Bisa jadi ada kelainan saat motor sudah melakukan servis berkala setiap 2.500 km - 3.000 km. Pertimbangan usia pakai motor bisa bikin komponen aus.
Supaya enggak rugi atau diboongin bengkel, berikut dibeberkan beberapa gejala untuk mengetahui kapan saatnya mesti bongkar mesin.
Pertama adalah putaran mesin seperti tertahan alias ngeden. Mesin ogah diajak berakselerasi saat gas dipelintir. Kalau sudah begini, tangan jadi gampang pegal atau malah kapalan.
Berarti pasokan bahan bakar enggak mengalir maksimal ke ruang bakar. Kemungkinan ada penumpukan kerak di silinder head. Bersihkan kepala silinder dari kerak. Sementara klep mesti diskir.
Gejala di atas biasanya ditandai mesin susah hidup di pagi hari atau ketika pertama menghidupkan motor. Ini gejala awal sebelum mesin nyala. Setelah hidup, masalah yang muncul akan sama seperti di atas.
Ada asap dari knalpot. Ini juga gejala kompresi bocor untuk mesin 4-tak. Selain keluar asap, mesin juga susah diajak langsam dan sering mati sendiri.
Ring piston mesti ganti karena usia, paking blok silinder aus, atau sil klep bocor lantaran sobek.
Berlangganan
Bagikan di Facebook
Bagikan di Twitter
Malas Rawat Motor? Boleh Jadi Turun Mesin
Posted by
detikolahraga
at
05:21
Jika Anda sebagai pemilik sepeda motor malas melakukan service dan perawatan pada sepeda motor Anda, maka jangan salahkan nasib apabila suatu saat nanti akan mengalami kerusakan yang sangat signifikan bahkan menyebabkan sampai turun mesin.
Namun apabila semua itu sudah terlanjur terjadi, ya apa boleh buat? Tapi setidaknya Anda sebagai pemilik motor bisa paham dan mengerti mengapa motor Anda bisa sampai turun mesin.
Apabila bengkel menawarkan motor Anda agar diservice besar alias turun mesin, Anda sebagai pemilik motor harus sigap mengapa bisa sampai turun mesin? Hal ini untuk mencegah penipuan yang dapat menyebabkan Anda keluar duit terlalu besar.
turun mesin akan dilakukan kalau ada masalah, misalnya apabila tenaga motor turun atau mendadak asap ngebul waktu motor dijalankan. Hal tersebut bisa saja menyebabkan akan menyebabkan motor Anda harus turun mesin.
Berarti bongkar mesin dilakukan jika melihat ada gejala enggak normal di motor. Bisa jadi ada kelainan saat motor sudah melakukan servis berkala setiap 2.500 km - 3.000 km. Pertimbangan usia pakai motor bisa bikin komponen aus.
Supaya enggak rugi atau diboongin bengkel, berikut dibeberkan beberapa gejala untuk mengetahui kapan saatnya mesti bongkar mesin.
Pertama adalah putaran mesin seperti tertahan alias ngeden. Mesin ogah diajak berakselerasi saat gas dipelintir. Kalau sudah begini, tangan jadi gampang pegal atau malah kapalan.
Berarti pasokan bahan bakar enggak mengalir maksimal ke ruang bakar. Kemungkinan ada penumpukan kerak di silinder head. Bersihkan kepala silinder dari kerak. Sementara klep mesti diskir.
Gejala di atas biasanya ditandai mesin susah hidup di pagi hari atau ketika pertama menghidupkan motor. Ini gejala awal sebelum mesin nyala. Setelah hidup, masalah yang muncul akan sama seperti di atas.
Ada asap dari knalpot. Ini juga gejala kompresi bocor untuk mesin 4-tak. Selain keluar asap, mesin juga susah diajak langsam dan sering mati sendiri.
Ring piston mesti ganti karena usia, paking blok silinder aus, atau sil klep bocor lantaran sobek.
Bagikan di Facebook
Bagikan diTwitter
Bagikan di Google+
Related with : Malas Rawat Motor? Boleh Jadi Turun Mesin
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
